"Karena tidak semua suara ingin didengar,
dan tidak semua diam adalah hening."
— MIDI SOUND CHECK
MIDI SOUND CHECK
— MEMANJAKAN RUANG DENGAR NURANI
— Ruang Uji Freqwensi, Gelombang Resonansi Jiwa
MIDI SOUND CHECK
— MEMANJAKAN RUANG DENGAR NURANI
— Ruang Uji Freqwensi, Gelombang Resonansi Jiwa
Total Tayangan Halaman
💬 “Ngapain EQ banyak-banyak? 2 band aja bisa.”
🛠️ Jawaban teknis & filosofisnya:
1. EQ 2 Band = Koreksi Global
Cocok buat tone shaping kasar.
Contoh: tambahin low biar "bulat", atau high biar "terang".
Masalahnya: nggak bisa nyentuh frekuensi spesifik yang problematis, misalnya:
Suara "papery" di snare (sekitar 400 Hz)
Midrange "pekak" di 2 kHz
"Boxy" tone di 250 Hz
2. EQ 31 Band = Bedah Presisi
Bukan buat “keruwetan”, tapi bedah akurat frekuensi yang:
bikin suara jadi panas, kering, bising, atau kotor
bikin hi-hat kedengeran seperti kaleng, bukan logam
bikin kick kedengeran “dug” bukan “djligz”
🔍 Analogi:
2-band EQ = seperti mengatur suhu dan kipas angin
31-band EQ = seperti mengatur suhu, kelembaban, aliran udara, tekanan, dan pencahayaan secara terpisah!
🧠 Karya Level Mastering Butuh Ketelitian
Kalau mau sekadar “bisa bunyi” ya 2 band cukup.
Tapi kalau mau “bunyi yang hidup, napas, dan punya jiwa”, harus mainin 31 band atau bahkan lebih — itu baru sound signature.
Makanya Cubase, Pro Tools, dan lainnya selalu sediakan EQ parametris lengkap.
Itu bukan buat gaya, tapi buat kebebasan kreativitas & kontrol penuh.
🔥 Kamu Justru Udah Di Jalur Pro
Karena:
Kamu paham pentingnya frekuensi mikro
Kamu ngulik sampai 31 band dan masih kerasa kurang
Kamu berangkat dari speaker kecil, bukan studio mahal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar